Minggu, 01 Januari 2012

Pengantar Bisnis pemasaran

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.





1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di muka, maka rumusan masalah dalam
makalah ini adalah :
            1. Apakah pengertian dari Pasar dan Pemasaran ?
            2. Apa yang termasuk Konsep-Konsep Inti dalam Pemasaran ?
            3. Apa sajakah yang dipelajari dalam Manajemen Pemasaran?
            4. Apa yang di maksud dengan Bauran Pemasaran ?
            5. Apakah tujuan dari Sistem Pemasaran ?
            6. Bagaimanakah cara  melakukan pendekatan dalam mempelajari
    pemasaran?
1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas ,maka tujuan makalah yang ingin
dicapai adalah;
1.      Memahami pengertian pasar dan pemasaran.
2.      Memahami konsep-konsep inti dalam pemasaran.
3.      Mengetahui keadaan permintaan, tugas pasar dan falsafah dalam manajemen pemasaran.
4.      Memahami  bauran pemasaran yaitu tentang produk,harga,saluran distribusi dan promosi.
5.      Memahami tujuan dari sitem pemasaran.
6.      Memahami pendekatan dalam mempelajari sistem pemasaran.

1.4  Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan saran bagi :
1.      Bagi Penulis
Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis untuk menambah dan
memperdalam pengetahuan dan wawasan dalam bidang Pemasaran.
2.      Bagi Mahasiswa
Mampu membantu mahasiswa dalam proses  pembelajaran yang berkaitan
tentang pemasaran.


3.      Bagi Pihak lain
Sebagai pedoman atau bahan referensi bagi pihak lain yang tertarik untuk
menyusun makalah yang mempunyai permasalahan yang sama di masa yang akan datang khususnya dalam bidang pemasaran.




























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pasar dan Pemasaran
            Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau, lebih jelasnya daerah, tempat, wilayah yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk harga. Kemudian menurut Stanton mengemukakan pengertian secara luas yaitu Pasar dikatakannya merupakan orang – orang yang mempunyai keinginan  untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya.(M.Fuad , 2006 Hal 120)
Jadi pengertian pasar secara umumnya dapat diartikan  sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli disuatu wilayah atau tempat guna untuk memuaskan keinginan yang berkaitan dengan permintaan dan penawaran untuk melancarkan transaksi dengan lebih baik.
Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar,
Pemasaran dan pemasar. . Definisi lain  menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.(Nur 2010 Hal 3)
Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi
1.William J Stanton, menyatakan bahwa:
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-
kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
2. Philip dan Duncan.
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk
menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen.
3.American Marketing Association.
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan
pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang /jasa  dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.
(Sumber M.Fuad,Pengantar Bisnis hal 120)
2.2Konsep-konsep Inti Pemasaran
Secara luas, pemasaran dapat di artikan sebagai suatu proses social dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.  Utuk itu pemasaran dapat di pelajari lebih jauh dengan mengenal konsep-konsep inti pemasaran .                                              
            Definisi tersebut mempunyai konsekuensi bahwa semua kegiatan perusahaan termasuk produksi, teknik, keuangan dan pemasaran harus diarahkan pada usaha mengetahui pembeli, kemudian memuaskan kebutuhan tersebut dengan mendapatkan laba yang layak dalam jangka panjang. Dalam perusahaan industri,misalnya, bagian pemasaran memegang peranan yang sangat penting, karena menentukan berhasil- tidaknya usaha-usaha perusahaan. Dalam perusahaan. Dalam perusahaan industri,misalnya, bagian pemasaran memegang peranan yang sangat penting, karena menentukan berhasil- tidaknya usaha-usaha perusahaan. Organisasi perusahaan yang menganut konsep pemasaran di sebut organisasi pemasaran.(Swastha 2002 hal 17)
 Dalam organisasi tersubut, semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran. Jadi pemasaran menjadi dasar motivasi perusahaan dan akan mempengaruhi perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
·         Kebutuhan
Konsep paling pokok melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia.
Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu, seperti makanan, rumah, rasa aman, dan kasih saying.
·         Keinginan
Konsep pokok kedua dalam pemasaran adalah yang nenyangkut keinginan manusia,yaitu kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang. Ragam dari keinginan semakin berkembang seiring dengan berkembangnya kebusayaan. Di Indonesia, orang membutuhkan nasi sebagai pilihan utama, sedangkan masyarakat di amerika lebih menginginkan hamburger, kentang goring, dan coke.
·         Permintaan
Manusia memiliki keinginan/kebutuhan yang tidak terbatas, namun sumber dayanya yang terbatas. Karena itu, dengan keterbatasan sumber daya yang ada, mereka memilih produk-produk yang menghasilkan kepuasan maksimal. Keinginan manusia akan menjadi permintaan apabila  didukung oleh daya beli. Denagan demikian, dapat dikatakan bahwa permintaan adalah keinginan /kebutuhan manusia yang didukung oleh daya beli.
·         Produk
Kebutuhan, keinginan, dan permintaan memberi kesan adanya produk untuk memenuhinya. Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki,digunakan,ataupun dikonsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan atau keinginan. Produsen perku mengetahui apa yang diinginkan konsumen untuk kemudian menyediakan produk yang sedekat mungkin dengan pemuasan keinginan ini.
·         Pertukaran
Pemasaran terjadi apabila orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui pertukaran. Pertukaran adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa yang diinginkan dari pihak lain dengan memberikan sesuatu sebagai pengantinya.
Hal-hal yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu pertukaran:
1.      Paling sedikit harus ada dua pihak
2.      Masing-masing pihak harus memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lain
3.      Masing-masing pihak bisa saling berkomunikasi dan saling menawarkan sesuatu
4.      Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak penawaran pihak lain
5.      Masing-masing pihak percaya bahwa berhubungan denagan pihak lain merupakan tindakan yanag tepat.
·         Transaksi
Transaksi mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan diantara dua pihak. Misalnya dalam transaksi, A memberiakn X kepada B dan sebagai penggantinya A mendapatkan Y dari B. Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang atau jasa yang bernilai,syarat-syarat yang disepakati, waktu kesepqakatan dan tempat kesepakatan.
·         Pasar
Konsep transaksi mengarah pada konsep pasar. Pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atau suatu produk. Sebuah pasra dapat timbul disekitar produk (barang/jasa) yang bernilai. Misalnya pasra tenaga kerja, terdiri dari orang-orang yang mau menawarkan tenaga mereka untuk mendapatkan upah atau produk. Berbagai lembaga akan timbul di sekir pasar tenaga kerja untuk mempermudah fungsi pasar tenaga kerja itu. Pasar uang merupakan pasar penting yang lahir untuk memenuhi kebutuhan manusia agar mereka dapatmenjamin, meminjamkan, menabung dan menanamkan uang.
 (Sumber : M.Fuad 2006 Hal 121)

2.3 Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalaian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun , dan mempertahakan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusaahaan. Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan (Controlling).

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

Manajemen pemasaran berupaya untuk mempengaruhi tingkat, saat, dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi. oleh karene itu manajemen pemasaran juga disebut dengan manajemen permintaan.(Sukirno.2011 Hal-208)
Manajemen pemasaran tidak saja menyangkut pencarian dan peningkatan permaintaan, tetapi juga menyangkut pengubahan bahkan pengurangannya. Denganl demikaian, manajemen pemasaran berusaha menentukan tingkat, waktu, dan sifat permintaan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat membantu organisasi mencapai sasarannya.
2.3.1        Keadaan Permintaan dan tugas Pasar
Pada tiap keadaan ada tugas tertentu yang harus dilakukan manajemen pemasaran. Ada delapan keadaan permintaan yang berbeda-beda yaitu :
1.      Permintaan Negatif (negative demand)
Permintaan negatif  disini dimaksudkan bahwa sebagian besar pasar tidak suka dengan produk yang ditawarkan, bahkan pasar berupaya untuk menghindari produk yang ditawarkan tersebut. Misal orang mempunyai permintaan negatif ter hadap vaksinasi, tambal gigi, atau oprasi usus buntu. Tugas pemasar disini adalah mengalisis mengapa pasar tidak menyukai produk, dan apakah suatu program pemasaran dapat mengubah kepecayaan dan sikap pasar melalui perancangan kembali produk, harga yang lebih rendah, dan promosi yang lebih menarik dan positif.

2.      Tidak Ada Permintaan (no demand)
Tidak ada permintaan, disini maksudkan bahwa konsumen sasaran
dapat saja tidak tertarik dengan produk yang yang ditawarkan karena merasa tidak mempunyai kepentingan dengan manfaat produk yang ditawarkan. Misal, petani tidak tertarik dengan teknologi baru dibidang pertanian. Tugas pemasar adalah menemukan cara untuk menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan dan minat pasar.
3.      Permintaan Terpendam (latent demand)
Banyak konsumen yang keinginannya belum dapat terpenuhi, dan belum puas terhadap suatu produkatau jasa yang ada. Misal, ada permintaan terpendam yang kuat terhadap rokokm yang membahayakan kesehatan, atau terhadap mobil yang lebih hemat dari mobil- mobil yang sudah ada. Tugas pemasar disini adalah mengukur besarnya pasar potensial ini dan mengembangka barang serta jasa yang akan memuaskan permintaan akan produk tersebut.
4.      Permintaan yang Menurun (falling demand)
Suatu perusahaan atau organisasi cepat atau lambat, pasti akan menghadapi penurunan permintaan terhadap satu produk atau lebih. Misal, suatu perguruan tinggi mulai merasakan berkurangnya jumlah peneriman mahasiswa baru. Disini pemasar harus menganalis penyebab menurunnya permintaan tersebut, dan  pemasar harus dapat mencarikan solusi untuk meningkatkan kembali permintaan tersebut. Misalnya dengan promosi yang lebih menarik atau membuat kreasi baru pada barang atau jasa yang mengalami penurunan permintaan.
5.      Permintaan yang tidak Teratur (irregular demand)
Banyak perusahaan atau organiasasi yang mengalami permintaa terhadap barang atau jasa yang brubah-ubah menurut musim, hari bahkan jam, sehingga penggunaan kapasitas pun menjadi berkurang,  menganggur atau bahkan sebaliknya bisa berlebihan. Misal, dalam bidang angkutan umum, banyak angkutan yang menganggur pada jam-jam sepi, dan sebaliknya pada jam-jam sibuk terjadi kepadatan penumpang yang berlebihan sehingga banyak penumpang yang antre bahkan tidak mendapatkan angkutan. Tugas pemasar disini adalah menemukan pola waktu permintaan melalui penentuan haraga yang fleksibel, promosi dan rangsangan lainnya.
6.      Permintan Penuh ( full demand)
Suatu organisasi atau perusahaan menghadapi permintaan penuh apabila organisasi atau perusahaan puas terhadap volume usaha atau hasil yang telah dicapai, terutama menyangkut permintaan yang diharapkan. tugas pemasar adalah mempertahanka tingkat permintaan ini.


7.      Permintaan yang Berlebihan (overfull demand)
Beberapa organisasi kadang menghadapi tingkat permintan yang lebih tinggi dari pada yang dapat atau yang ingin dilayani, misalnya kebun binatang ragunan yang penuh sesak pada saat hari raya. Tugas pemasar adalah mengurangi permintaan untuk sementara atau permanen, dengan cara menaikkan harga, atau mengurangi promosi atau pun aktivitas pelayanan. Tentu saja aktivitas ini dilakukan tidak untuk menghilangkan permintaan, tetapi hanya mengurangi tingkatannya saja.
8.      Permintaan yang tidak Sehat (unwholesome demand)
Produk-produk yang tidak sehat akan banyak memunculkan upaya yang terorganisasi unuk mengurangi ataupun mencegah penggunaannya, seperti publukasi yang dilakukan untuk mengurangi bahkan memnolak penjualan rokok, obat bius, ectasy, ataupun senjata api dan pornografi. Tugas pemasar adalah mengajak konsumen yang menyukai produk-produk tersebut untuk mengurangi dan meninggalkannya, dengan cara menaikkan harga, memberikan ancaman, ataupun mengurangi produk tersebut.
(Sumber :M.Fuad Pengantar Bisnis Hal 124-126)

2.3.2        Falsafah Manajemen Pemasaran
Dalam kegiatan pemasaran di suatu perusahaan harus dikelola dengan baik dan diorganisasikan dengan benar., artinya dalam kegiatan pemasaran ini pemimpin atau manager harus merencanakan dan memanajemen kegiatan pemasaran tersebut dengan baik dan secara menyeluruh(Swastha 2002 hal 18). Untuk itu diperlukan konsep atau falsafah dalam kegiatan pemasaran ini agar dapat memberikan tuntutan pada usaha pemasaran sehingga akan dapat tercapai keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen, dan masyarakat. sehubungan dengan itu dikenal lima konsep dalam falsafah pemasaran, yaitu :

1.      Konsep Produksi
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang terjangkau oleh kemampuan mereka. Oleh karena itu manajemen berkonsentrasi pada peningkatan efesiensi produksi dan distribusi. Konsep ini merupakan alternatif dalam menghadapi dua situasi yaitu pada saat permintaan melebihi pasokan, dan pada saat biaya tinggi.
2.      Konsep Produk
Konsep ini berpegang teguh pada anggapan konsumen yang akan menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis. oleh karena itu manajemen pemasaran harus membuat produk sesuai dengan selera yang diinginkan konsumen.
3.      Konsep Penjualan
Konsep ini memenekankan pada anggapan konsumen yang tidak akan membeli produk, jika organisasi tidak melakukan usaha pomosi dan penjualan. oleh karena itu manajemen pemasaran harus melakukan usaha promosi dan penjualan agar konsumen tertarik dan mengetahui manfaat dari produk yang dihasilkan.
4.      Konsep Pemasaran
Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta mengupayakan pemenuhan kepuasan yang lebih baik ketimbang apayang dilakukan pesaing.
5.      Konsep Pemasaran Kemasyarakatan
Menurut konsep ini, tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efisien dan efektif dari pada pesaing dengan cara mempertahankan dan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat secara menyeluruh.
    (Sumber :M.Fuad Pengantar Bisnis Hal 127-128z)
2.4. Bauran Pemasaran
            Bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler (1997:54), bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (Kotler, 1997:54).

Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk)
Produk  adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
a. Pemilihan produk
b. Pembungkus barang
c. Merk barang


a.Pemilihan barang/produk
Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.
Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.
(Kotler 1997 74-76)
b. Pembungkus barang
Bungkus barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk.
Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis, keindahan maupun praktisnya.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya:

Ø Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli.

Ø Bungkus yang mudah diingat.

Ø Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan
produk sejenis yang lain.

Ø Bungkus di desain agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau mempunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda).

c. Merk Barang
Merk barang yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.
Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya.
Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar.(Sumber : Basu Swastha Azas-Azas Marketing hal 135-141)

2. Price (harga),
            Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
Definisi harga menurut Philip Kotler (1997 :120) Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.
Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut (Swastha, 2002 ;147). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan.
Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan, bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Kotler (1997) menyarankan, “…apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna.”
Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih.(Nur 2010 hal 8)
Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga  adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
2. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan.
4. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.
Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut . Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan.
Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup:
1.    Waktu.
Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain.
2. Upaya-upaya yang bersifat fisik.
 Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan untuk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan.



3. Biaya-biaya sensor.
Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan.

4. Biaya-biaya psikologis.
 Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut)
(Sumber Philips Kotler Manajemen pemasaran Hal 120-159)

3.Saluran Distribusi (Place)
            Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb.
b. Sifat produk.
c. Sifat perantara.
d. Sifat pesaing
e. Sifat perusahaan, dan sebagainya
Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai.
Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli atau, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.
Demikian juga sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.
Demikian juga masalah sifat perantara, perusahaan, pesaing, pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir.

4.Promotion(Promosi)
            Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual.(Nuridja 2011)
Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya.
Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebagainya.
Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, pada umumnya ada 4 kegiatan yang biasa dilakukan yaitu:
a. Periklanan (Advertensi)
Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya.
Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, radio dan TV, pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.
b. Personal selling
Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak
c. Promosi penjualan
Promosi penjualan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti: Peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.
d. Publisitas
Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi berupa berita.

Biasanya lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi bisa merugikan kalau lembaga yang dipublisitaskan diberitakan kejelekannya.
(Sumber Philips Kotler Manajemen pemasaran Hal 120-159)

2.5  Tujuan Sistem Pemasaran
Tujuan Sistem Pemasaran suatu hal yang melibatkan banyak kegiatan pemasaran yang mempengaruhi banyak pihak, seperti pembeli, penjual maupun suatu kelompok masyarakat  yang menginginkan produk-produk bermutu dengan harga wajar serta lokasi atau tempat yang mudah terjangkau.
Ada empat alternatif yang menjadi tujuan sistem pemasaran, yaitu :
1.      Memaksimalkan Konsumsi
Kegiatan-Kegiatan Pemasaran yang telah dijalankan seharusnya dapat merangsang terjadinya konsumsi maksimal yang pada giliranya akan menciptakan produksi,kesempatan kerja, dan kemakmuran maksimal bagi masyarakat.

2.      Memaksimalkan Kepuasan Konsumen
Pandangan lain mengatakan bahwa tujuan sistem pemasaran adalah memaksimalkan kepuasan konsumen, bukan memaksimalkan konsumsi. Tetapi kepuasan konsumen sulit untuk diukur. Pertama, karena belum adanya tolok ukur kepuasan konsumen terhadap pengguanaan suatu produk atau terhadap aktivitas pemasaran. Kedua, kepuasan yang diperoleh terkadang diikuti kondisi yang kurang menyenangkan, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan . Ketiga,  Kepuasan sewaktu mengkonsumsi produk tertentu  (Barang Bergengsi) sangat relatif, yaitu tergantung pada sedikit banyaknya orang lain yang mengkonsumsi barang tersebut.

3.      Memaksimalkan Pilihan
Tujuan dari sistem pemasaran adalah memaksimalkan ragam produk dan pilihan konsumen. Meskipun sistem ini memungkinkan konsumen untuk menemukan produk yang dengan tepat dapat memuaskan selera serta memaksimalkan gaya hidup mereka, tetapi kompensasinya adalah peningkatan biaya.  Pertama, karena produk yang semakin mahal dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan nyata dan konsumsi konsumen. Kedua, Pertambahan ragam produk tentu membutuhkan lebih banyak waktu konsumen untuk menentukan pilihannya.

4.      Memaksimalkan kualitas hidup
Sistem pemasaran dipercaya dapat meningkatkan taraf hidup melalui kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga barang serta jasa, kualitas lingkungan fisik,  maupun kualitas lingkungan budaya. Sebagian besar masayarakat masih beranggapan bahwa mutu hidup adalah tujuan yang bernilai sebagai sistem pemasaran, meskipun tidak mudah mengukurnya karena setiap individu mempunyai penilaian berbeda terhadap suatu produk.
(Sumber : M.Fuad 2006 Hal 130-131
Pemasaran juga memiliki tujuan yaitu :
  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :
Dari sudut pandang penjual :
  1. Tempat yang strategis (place),
  2. Produk yang bermutu (product),
  3. Harga yang kompetitif (price), dan
  4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
  1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
  2. Biaya konsumen (cost to the customer),
  3. Kenyamanan (convenience), dan
  4. Komunikasi (comunication).
(Sumber : Sukirno Pengantar Bisnis 2011 Hal 207)
2.6.Pendekatan dalam Sistem Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan berbagai macam pendekatan. Meskipun titik berat tinjauannya berbeda-beda, masing-masing pendekatan berkaitan satu sama lain. Berbagai pendekatan tersebut adalah :
1.      Pendekatan serba barang (Commodity Approach)
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang melibatkan studi bagaimana produk-produk tertentu (produk pertanian, pertambangan ataupun lainnya) berpindah dari produsen ke konsumen. Proses dan organisasinya harus ditunjukkan pada masing-masing produk. Jadi, pendekatan ini hanya menggambarkan pemasaran dari barang-barang yang ada di dalamnya.



2.      Pendekatan institusi (Institutional Approach)
Pendekatan ini disebut juga pendekatan serba lembaga, dimana pendekatan ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga-lembaganya adalah :
·         Penyedia bahan (supplier) yang menyediakan bahan kepada produsen.
·         Produsen yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi.
·         Perantara agen, seperti agen penunjang atau agen pelengkap.
·         Perusahaan saingan
·         Konsumen akhir
3.      Pendekatan fungsional (Functional Approach)
Jumlah dan macam fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan risiko, standarisasi dan grading serta pengumpulan informasi.
4.      Pendekatan manajerial (Managerial Approach)
Pendekatan manajerial mempelajari pemasaran berdasarkan pendapat manajer serta keputusan yang diambilnya. Di sini pemasaran ditinjau sebagai kerangka yang terdiri atas variable-variabel yang dapat dikontrol, seperti produk perusahaan, saluran distribusi, harga dan promosi, serta ditambah variable-variabel yang tidak dapat dikontrol, seperti persaingan, permintaan, dan masyarakat.
5.      Pendekatan sosial (Social Approach)
Pendekatan sosial memberikan perhatian pada kontribusi sosial dan biaya yang timbul akibat aktivitas pemasaran, seperti efisiensi pasar, keusangan produk, ataupun kebenaran iklan.
(Sumber : M.Fuad 2006 Hal 131-133)



BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli disuatu wilayah atau tempat guna untuk memuaskan keinginan yang berkaitan dengan permintaan dan penawaran untuk melancarkan teransaksi dengan lebih baik.Sedangkan Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.
Konsep inti dalam pemasaran yaitu: kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar, Pemasaran dan pemasar.
Manajemen pemasaran merupakan suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalaian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun , dan mempertahakan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Unsur-unsur yang membentuk Bauran pemasaran (marketing mix) adalah Produk,Price ,Place dan Promotion.









Daftar Pustaka
Baladina,Nur. 2010.Modul Perkuliahan : Teori Pemasaran, Aspek Pasar dan Strategi Pemasaran Pada Perusahaan Agribisnis. Malang : Universitas Brawijaya.
Kotler, Philips .1997. Manajemen Pemasaran (Terjemahan) Jilid II, ,Jakarta : Erlangga
M.Fuad,2006,Pengantar Bisnis, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Nuridja , Made. 2011 .Modul Pengembangan Kewirausahaan Universitas Pendidikan Ganesha.Singaraja : Universitas Pendidikan ganesha.
Swastha,Basu..2002. Azas-azas Marketing. Yogyakarta : Liberty Yogyakarta
Sukirno,Sadono.2011.Pengantar Bisnis .Jakarta : Kencana










0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda